MAKALAH
CLOUD COMPUTING
DI SUSUN OLEH
NAMA :
MUHAMMAD RIFAI
NIM :
13012042
STUDI : MANAJEMEN INFORMATIKA
KELAS : M I 1.2
DOSEN :
POLITEKNIK GANESHA MEDAN ( POLGAN )
TA
2013/2014
DAFTAR ISI
COVER
……………………………………………………………
DAFTAR
ISI ……………………………………………………...
BAB
1 PENDAHULUAN ………………………………………...
BAB
2 PEMBAHASAN …………………………………………..
CLOUD
COMPUTING (KOMPUTASI AWAN)
A. Sejarah Komputasi Awan
B. Manfaat dari Cloud Computing
·
Skablitas
·
Aksebilitas
·
Keaamanan
·
Kreasi
·
Kecemasan
C. Layanan Komputasi Awan
·
Infrastructure as a Service (IaaS)
·
Platform as a Service (PaaS)
·
Software as a Service (SaaS)
D. Implementasi Cloud
Computing dalam pemerintahan (E-Goverment)
E. Contoh Komputasi Awan
·
Google Drive
·
Fitur-fitur Google Drive
- Memungkinkan membuat dokumen
·
Berbagi file
- Terintegrasi dengan layanan Google
lainnya
·
Fasilitas pencarian
- Menampilkan berbagai file
- Menjalankan aplikasi
KESIMPULAN………………………………………………………
SARAN………………………………………………………………
BAB 1
PENDAHULUAN
Revolusi informasi telah mengubah
sistem komunikasi dunia dewasa ini, sebaran jaringan informasi yang tersimpan
dalam internet membuktikan bahwa kini dunia kian sempit, tidak ada lagi
batas-batas geografis yang menghalangi kita untuk berinteraksi dengan dunia
global. Akses ke dunia global pun menjadi sangat mudah, efisien, dan fleksibel.
Kemudahan itu merupakan salah satu manfaat yang didapatkan dari globalisasi yang melibatkan integrasi di berbagai bidang di antarannya pendidikan dan teknologi. Sumbangsih pemikiran dari dunia pendidikan telah melahirkan modernisasi di segala bidang kehidupan masyarakat dunia saat ini. Berhubungan dengan hal itu, kehadiran teknologi telah meningkatkan kualitas dan keampuhan pendidikan itu sendiri. sebagaimana empat pilar pendidikan yang di cetuskan oleh Unesco antara lain learning to know, learning to do, learning to be, dan learning together.
Imbas globalisasi yang merasuki segala lini kehidupan bangsa di seluruh dunia telah melahirkan berbagai pandangan berperspektif baru. Sebagai contoh, apabila pada masa sebelum ini atau era perang dingin, perspektif dunia adalah pemihakan blok, Blok barat atau Blok timur, maka perspektif dunia pada era globalisasi adalah integrasi; dan sistem dunia pun dilambangkan dengan World Wide Web (WWW), yang mudah dijumpai di dalam penulisan alamat situs internet. Arus globalisasi telah memunculkan perspektif baru pendidikan. Strategi pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional kini berubah ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Pendidikan di masa depan akan lebih dioptimalkan oleh jaringan informasi yang memungkinkan interaksi dan kolaborasi. Pemanfaatan jaringan informasi sudah terbukti keutamaan serta benefitnya bagi masyarakat.
Kemudahan itu merupakan salah satu manfaat yang didapatkan dari globalisasi yang melibatkan integrasi di berbagai bidang di antarannya pendidikan dan teknologi. Sumbangsih pemikiran dari dunia pendidikan telah melahirkan modernisasi di segala bidang kehidupan masyarakat dunia saat ini. Berhubungan dengan hal itu, kehadiran teknologi telah meningkatkan kualitas dan keampuhan pendidikan itu sendiri. sebagaimana empat pilar pendidikan yang di cetuskan oleh Unesco antara lain learning to know, learning to do, learning to be, dan learning together.
Imbas globalisasi yang merasuki segala lini kehidupan bangsa di seluruh dunia telah melahirkan berbagai pandangan berperspektif baru. Sebagai contoh, apabila pada masa sebelum ini atau era perang dingin, perspektif dunia adalah pemihakan blok, Blok barat atau Blok timur, maka perspektif dunia pada era globalisasi adalah integrasi; dan sistem dunia pun dilambangkan dengan World Wide Web (WWW), yang mudah dijumpai di dalam penulisan alamat situs internet. Arus globalisasi telah memunculkan perspektif baru pendidikan. Strategi pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional kini berubah ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Pendidikan di masa depan akan lebih dioptimalkan oleh jaringan informasi yang memungkinkan interaksi dan kolaborasi. Pemanfaatan jaringan informasi sudah terbukti keutamaan serta benefitnya bagi masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
Cloud Computing (Komputasi awan)
Komputasi awan(bahasa
inggris: cloud computing)
adalah gabungan pemanfaat teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis
internet ('awan'). Awan
(cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering
digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram
jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing
juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang
disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi
informasi disajikan sebagai
suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya
lewat internet ("di
dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli
dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang
membantunya.Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE
Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di
mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna
(client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook,
komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang
mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi
terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap
Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis
umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang
tersimpan di server. Komputasi awan saat ini
merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari
teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud
A. Sejarah Komputasi Awan
Di tahun 50-an, Cloud Computing memiliki
konsep yang mendasar. Ketika komputer mainframe yang tersedia dalam skala yang
besar dalam dunia pendidikan dan perusahaan dapat diakses melalui komputer
terminal disebut dengan Terminal Statis. Terminal tersebut hanya dapat
digunakan untuk melakukan komunikasi tetapi tidak memiliki kapasitas pemrosesan
internal. Agar penggunaan mainframe yang relatif mahal menjadi efisien maka
mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja CPU. Hal ini dapat
menghilangkan periode tidak aktif pada mainframae, memungkinkan untuk kembali
pada investasi. Hinga pertengahan tahun 70-an dikenal dengan RJE remote proses
Entry Home Job yang berkaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe.
Tahun 60-an, John McCarthy berpendapat bahwa
“Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.” Di buku
Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility menunjukkan perbandingan
idustri listrik dan penggunaan pada listrik di masyarakat umum dan pemerintahan
dalam penyediaan cloud computing. Ketika Ilmuan Herb Grosch mendalilkan bahwa
seluruh dunia akan beroperasi pada terminal bodah didukung oleh sekitar 15
pusat data yang besar. Karena komputer ini sangat canggih, banyak perusahaan
dan entitas lain menyediakan sendiri kemampuan komputasi melalui berbagai waktu
danbeberapa organisasi, seperti GE GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro
Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.
Tahun 90-an, perusahaan telekomunikasi mulai
menawarkan VPN layanan jaringan pribadi dengan kualitas sebanding pelayanannya,
tapi dengan biaya yang lebih rendah. Karena merasa cocok dengan hal tersebut
untuk menyeimbangkan penggunaan server, mereka dapat menggunakan bandwidth
jaringan secara keseluruhan. Lalu menggunakan simbol awan sebagai penunjuk
titik demarkasi antara penyedia dan pengguna yang saling bertanggung jawab.
Cloud computing memperluas batas iniuntuk menutup server serta infrastruktur
jaringan.
Sejak Tahun 2000, Amazon sebagai peran
penting dalam semua pengembangan cloud computing dengan memodernisasi pusat
data, seperti jaringan komputer yang menggunakan sesedikit 10% dari kapasitas
mereka pada satu waktu. Setelah menemukan asitektur awan baru, mengalami
peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim kecil
untuk memberi makan dengan dua pizza) dapat menambahkan fitur baru dengan cepat
dan lebih mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan produk baru sebagai
penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web
Service (AWS) tahun 2006.
Awal tahun 2008, Eucalypus menjadi yang
pertama open source, AWS API Platform yang kompatibel menyebarkan awan swasta.
Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir Komisi yang sudah
didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada penyediaan jaminan kualitas
layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk
infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS Eropa Proyek yang didanai
Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk membentuk hubungan
antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan
mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari perangkat keras milik
perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan berbasis model
sehingga pergeseran diproyeksikan untuk komputasi.....akan menghasilkan
pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapadaerahdan pengurangan yang
signifikan di daerah lain.”.
Tanggal 1 Maret 2011,IBM mengumumkan
SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai
komponen dasar Smarter Computing, cloud computing adalah bagian yang paling
penting.
B. Manfaat Dari Cloud Computing
·
Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing kita bisa
menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan,
misalnya hardisk dll.
Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud
computing.
·
Aksesibilitas, yaitu kita bisa mengakses
data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kita
mengakses data disaat yang penting.
·
Keamanan, yaitu data kita bisa terjamin keamanan nya
oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis
IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga
mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
·
Kreasi, yaitu para user bisa
melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan
project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya
lewat penyedia layanan cloud computing.
·
Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik kita
tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak
C. Layanan Komputasi Awan
·
Infrastructure as a Service (IaaS)
Infrastructure as a Service adalah layanan
komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage,
bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk
membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan
aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu
membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer
virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh,
storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah
Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.
·
Platform as a Service (PaaS)
Platform as a Service adalah layanan yang
menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi,
database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi
yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang
bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan
PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka
buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh
penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.
·
Software as a Service (SaaS)
Software as a Service adalah layanan
komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah
disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang
menjalankan aplikasi tersebut. Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo
dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter, facebook dan
google+. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli
lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat
klien komputasi awan yang terhubung ke internet. Ada juga aplikasi yang
mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu
Office 365 dan Adobe Creative Cloud.
Metoda
dan Implementasi Komputasi Awan
D. Metoda atau Cara
Kerja Komputasi Awan
Berikut merupakan cara kerja penyimpanan data
dan replikasi data pada pemanfaatan teknologi cloud
computing. Dengan Cloud Computing komputer lokal tidak lagi harus menjalankan
pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi yang
dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap
komputer, kita hanya melakukan installasi operating system pada satu aplikasi. Jaringan komputer yang membentuk awan (internet) menangani mereka sebagai gantinya. Server ini yang akan
menjalankan semuanya aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata, sampai program
analisis data yang kompleks. Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk
sebuah website populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna Internet Protokol (IP) misalnya dapat digunakan untuk
menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). Domain Name System (DNS) jasa kemudian
dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan pengguna
sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal mereka.
Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan mereka
menggunakan id sesi atau cookie yang telah didapatkan
yang disimpan dalam browser mereka. Apa yang user lihat pada browser biasanya
datang dari web server. Webservers menjalankan
perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk mengumpulkan perintah atau
instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain)
Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses
oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari
database server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman
yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh
dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.
Web service telah memberikan mekanisme umum
untuk pengiriman layanan, hal ini membuat service-oriented architecture (SOA)
ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk mengatasi persyaratan yang
bebas digabungkan, berbasis standar, dan protocol-independent distributed
computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak yang dikemas sebagai
"layanan," yang terdefinisi dengan baik, modul mandiri yang menyediakan
fungsionalitas bisnis standar dan konteks jasa lainnya. Kematangan web service
telah memungkinkan penciptaan layanan yang kuat yang dapat diakses berdasarkan
permintaan, dengan cara yang seragam.
E. Implementasi
Komputasi Awan
Ada tiga poin utama yang diperlukan dalam
implementasi cloud computing, yaitu :
·
Computer front end
Biasanya merupakan computer desktop biasa.
·
Computer back end
Computer back end dalam skala besar biasanya
berupa server computer yang dilengkapi dengan data center dalam rak-rak besar.
Pada umumnya computer back end harus mempunyai kinerja yang tinggi, karena
harus melayani mungkin hinggga ribuan permintaan data.
·
Penghubung antara keduanya
F. Implementasi Cloud
Computing dalam pemerintahan (E-Goverment)
Cloud Computing dalam pemerintahan
(E-Goverment) dapat mendongkrak kinerja khususnya dalam bidang pemerintahan.
E-Goverment dapat membantu para staff di bidang pemerintahan untuk memberikan
pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. Pemerintah dalam negara Indonesia
telah menggunakan cloud computing. Contoh pertama yaitu sebagai penyediaan
sumber informasi. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah
menyediakan layanan Cloud Computing sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan
TIK untuk instansi pemerintah. Layanan ini bertujuan untuk dapat mewujudkan
percepatan e-government, karena memungkinkan
pengguna pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan dan tidak
dipusingkan dengan konfigurasi maupun pemeliharan perangkat teknologi
informasi.
Masalah
yang dihadapi
Dunia komputasi awan merupakan dunia baru
karena tidak semua orang mengetahui teknologi baru tersebut. Karena masih baru
tersebut muncul beberapa masalah dalam pengenalannya ke dunia luar. Contohnya
komputasi awan merupakan sarana penyimpanan data melalui jaringan internet maka
internet wajib bagi pemakai komputasi awan apabila terjadi masalah dalam
internet maka akan menyebabkan komputer tersebut menjadi lambat karena proses
yang terlalu lama. Masalah lain adalah jika suatu perusahaan menggunakan
komputasi awan dalam penyimpanan datanya maka akan sangat tergantung pada
vendor (penyedia layanan komputasi awan) karena perusahaan tersebut tidak
mempunyai server langsung dalam komputasi awan dan juga apabila vendor
mempunyai layanan backup yang buruk atau server pada vendor rusak akan
menyebabka kerugian besar pada perusahaan tersebut karena semua data yang
tersimpan pada vendor akan mengalami masalah. Jika ingin menggunakan komputasi
awan juga harus tersedia bandwidth yang besar karena data yang keluar masuk
dalam sebuah akun tidak sedikit, maka dari itu dibutuhkan bandwidth yang
berukuran besar agar mampu menampung data yang ditransfer. Masalah keamanan dan
privasi menjadi masalah baru karena jika kita sudah meletakkan suatu data dalam
internet maka itu bisa dilihat oleh masyarakat luas apabila data tersebut
sangat rahasia maka bisa menyebabkan kefatalan dalam mengelola sesuatu. Selain
itu belum banyak dukungan dari berbagai pihak karena beberapa masalah dalam
komputasi awan. Beberapa masalah yang timbul disebabkan karena masih barunya
teknologi komputasi awan dalam penyimpanan sebuah data dalam internet. Masalah
lain yang dapat timbul selain diatas adalah dengan banyak para peretas yang
muncul dari berbagai dunia dalam meretas internet membuat vendor harus
berhati-hati dalam mengelola sumber daya yang dipakai dalam komputasi awan.
G. Contoh Komputasi Awan
·
Google Drive
Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan
pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dariGoogle Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar
5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan
melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive
dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan
dimanapun dengan menggunakan komputer desktop,laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat
dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan
kolaborasi dalam pengeditan.
·
Fitur-fitur Google Drive
Ø Penyimpanan
gratis sebesar 5GB
Ø Google Drive memberikan
fasilitas penyimpanan sebesar 5GB kepada penggunanya dengan cuma-cuma untuk
menyimpan dokumen, baik berupa gambar, video, musik, ataupun file-file lain.
Memungkinkan membuat
dokumen
Ø Pada fitur ini Google Drive
memungkinkan para penggunanya untuk membuat dokumen, seperti mengolah data,
mengolah angka, membuat presentasi, form dan dokumen lainnya.
- Berbagi file
Ø Google Drive memudahkan
untuk berbagi file dengan orang lain, dan juga memudahkan orang lain untuk
melakukan pengeditan terhadap file yang kita buat.
- Terintegrasi dengan layanan Google
lainnya
Ø Para pengguna layanan
Google lainnya akan merasakan kemudahan dalam memanagement file dari Google
Drive. Karena Google Drive secara otomatis terintegrasi dengan layanan google
lainnya.
- Fasilitas pencarian
Ø Google Drive memberikan
layanan pencarian yang lebih baik dan lebih cepat untuk para penggunanya dengan
menggunakan kata kunci tertentu. Google Drive juga dapat mengenali gambar atau
teks dari dokumen hasil scan.
- Menampilkan berbagai file
Ø Lebih dari 30 type file
yang dapat dibuka dan ditampilkan oleh Google Drive, termasuk file video, file
image, dan lain-lain tanpa mengharuskan pengguna untuk mengunduh dan menginstal
software yang sesuai dengan tipe atau ekstensi file tersebut.
- Menjalankan aplikasi
Ø Google Drive juga mempunyai
kemampuan untuk membuat, menjalankan dan membagi file aplikasi favorit yang
dimiliki oleh pengguna.
KESIMPULAN
Perkembangan-perkembangan teknologi informasi dunia harus menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan sistem informasi dalam lingkungan pendidikan. Trend teknologi informasi saat ini yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih solusi teknologi yang optimal untuk mengatasi problem informatikanya merupakan langkah yang sebaiknya diikuti karena akan mengoptimasikan biaya, sumber daya dan pemakaian teknologi. Timbulnya heterogenitas sistem memerlukan dipertimbangkannya perancangan yang mengikukti standard open systems. Sebuah jaringan komunikasi data yang baik merupakan fondasi utama dalam pembangunan sistem heterogen ini karena menfasilitaskan integrasi, konektivitas, dan interoperabilitas sistem-sistem komputer yang berbeda.
SARAN
Saran
saya dalam Cloud Computing(komputasi awan) ini sangatlah penting untuk di
pelajari dan di gunakan karna berkembang dengan sangat cepat. Apabila kita
tidak mempelajarinya kita sangat ketinggalan zaman.
dalam dunia darat,laut,maupun udara semua menggunakan technology. Seperti kesimpulan saya di atas saran saya dalam Cloud Computing(komputasi awan) harus jadi bahan pertimbangan dalam system informasi dalam dunia
dalam dunia darat,laut,maupun udara semua menggunakan technology. Seperti kesimpulan saya di atas saran saya dalam Cloud Computing(komputasi awan) harus jadi bahan pertimbangan dalam system informasi dalam dunia
No comments :
Post a Comment